Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri cirebon. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri cirebon. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

Batik Nusantara Kebanggaan Bangsa

Batik Muyas - Selamat hari batik, Indonesia! Sudah satu tahun berlalu sejak UNESCO mengukuhkan batik tulis Indonesia sebagai salah satu dari budaya tak benda warisan manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity). Sudah bertambahkah kecintaan kita akan batik Indonesia? Sudah bertambahkah pengetahuan kita mengenai batik Indonesia? :D

Postingan kami kali ini akan membahas mengenai beragam corak batik dari Sabang sampai Merauke. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan teman-teman semua!

Sumatera


Batik Aceh

Motif batik Aceh rata-rata menampilkan unsur alam dan budaya dalam paduan warna-warna berani seperti merah, hijau, kuning, merah muda, dan sebagainya. Warna-warna berani pada batik Aceh inilah yang menjadi ciri khas batik Aceh.

Motif-motif pada batik Aceh umumnya melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Motif Pintu Aceh misalnya, menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah. Kenyataannya, rumah adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang. Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat. Motif tersebut mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima perbedaan.

Selain motif-motif tersebut juga terdapat beragam motif dan corak khas Aceh yang indah dari batik Aceh, antara lain Pintu Aceh, Bungong Jeumpa, Awan Meucanek, Pucok Reubong, dan lain-lain.

Batik Jambi

Berbeda dengan batik Jawa yang menggunakan potongan-potongan kain panjang, batik Jambi biasanya datang dalam bentuk jubah longgar, sarung, atau sebagai selendang/syal. Warna khas yang biasa dijumpai pada batik Jambi adalah merah, biru, hitam, dan kuning. Motifnya pada umumnya diambil dari alam, seperti tumbuhan, hewan, dan aktivitas sehari-hari warga Jambi. Motif batik Jambi yang terkenal antara lain adalah motif kapal sanggat, burung kuau, durian pecah, merak ngeram, dan tampok manggis.

Berikut ini adalah motif-motif Batik Jambi yang beraneka ragam. Kamu suka yang mana?



Batik Bengkulu

Motif batik khas Bengkulu, konon, merupakan sebuah adopsi campuran dari motif kaligrafi Jambi dengan Cirebon. Adopsi itu membentuk sebuah desain batik khas Bengkulu. Batik khas Bengkulu secara umum terdiri dari dua jenis. Pertama adalah batik Besurek dengan motif khasnya berupa tulisan kaligrafi. Dan kedua adalah batik Pei Ka Ga Nga atau disebut juga dengan batik Ka Ga Nga yang memiliki motif berupa tulisan asli masyarakat Rejang Lebong. Beberapa motif dasar dari batik Besurek antara lain: motif kaligrafi (diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Untuk batik Besurek modern, biasanya kaligrafinya tidak bermakna); motif bunga rafflesia; motif burung kuau (bergambar burung yang terbuat dari rangkaian huruf-huruf kaligrafi); motif relung paku; dan motif rembulan.

Berikut ini beberapa motif batik Besurek:


Batik Riau

Di Riau, konon ada batik Selerang yang sempat begitu terkenal pada tahun 1990-an namun sayangnya kabarnya saat ini sudah menghilang. Selain itu, ada pula yang namanya batik Tabir. Batik Tabir yang dibuat berdasarkan sistem tulis dan tolek ini warna-warnanya terang dan cerah, seperti merah, kuning, hijau. Corak dan motifnya antara lain adalah bunga bintang, sosou, cempaka, dan kenduduk.

Ini adalah beberapa motif dari batik Tabir Riau:


Batik Padang

Di Padang, batiknya yang terkenal bernama batik tanah liek/tanah liat. Dinamakan demikian karena dalam proses pewarnaannya, batik ini dicelupkan ke dalam tanah liat. Namun, seiring dengan permintaan pasar, batik tanah liek ini tidak hanya berwarna cokelat saja. Batik ini pada akhirnya juga diwarnai menggunakan sumber-sumber pewarna alam lainnya. Sebut saja seperti kulit jengkol, kulit rambutan, gambir, kulit mahoni, dan lain-lain. Bahannya pun ada yang terbuat dari katun ataupun sutera. Motifnya juga bermacam-macam antara lain tumbuhan merambat atau akar berdaun, keluk daun pakis, pucuk rebung, dan lain-lain.

Ini dia beberapa motif dari batik Tanah Liek:


Batik Lampung

Mungkin lebih banyak orang mengenal Lampung dari kain tenun tapis-nya. Tapi jangan salah, Lampung juga memiliki batik dengan corak tersendiri. Batik ini lahir melalui proses panjang yang dilakukan oleh Andriand Damiri Sangadjie, seorang budayawan, bersama kawan-kawannya. Motif batik Lampung yang paling terkenal dan sering menjadi rebutan kolektor asing adalah motif perahu dan “pohon kehidupan”.

Ini adalah beberapa contoh motif dari batik Lampung:


Jawa


Batik Jawa Barat

Mungkin hanya sedikit yang tahu bahwa daerah Jawa Barat memiliki motif batik yang sungguh kaya. Ketua Yayasan Batik Jawa Barat baru-baru ini mengatakan bahwa Jawa Barat memiliki 200 motif batik yang model dan coraknya sesuai dengan daerah asalnya. Masing-masing daerah tersebut memiliki motif unik tersendiri, seperti di Bogor terdapat motif kota hujan, bunga bangkai, dan kujang kijang yang menggambarkan Bogor sebagai kota hujan. Dikatakan pula bahwa daerah Cirebon memiliki corak batik yang paling banyak.

Berikut ini adalah beberapa motif batik dari daerah Jawa Barat:

Batik Indramayu
Untuk lebih lengkapnya mengenai 143 motif batik Indramayu beserta sejarahnya dapat melihatnya di: http://www.batikpaoman.com/motif.htm

Batik Bogor

Batik Cirebon


Batik Garut


Batik Jawa Tengah

Ini adalah beberapa motif batik dari daerah Jawa Tengah:
Batik Semarang
Diproduksi para pengrajin di Kampung Batik, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Semarang, batik Semarang juga menawarkan beragam motif yang khas dibanding motif-motif batik dari daerah Jawa Tengah lainnya. Pada umumnya batik Semarang berwarna dasar oranye kemerahan karena mendapat pengaruh dari China dan Eropa. Selain itu, motif dasar batik Semarang banyak dipengaruhi budaya China yang pada umumnya banyak menampilkan motif fauna yang lebih menonjol daripada flora. Misalnya merak, kupu-kupu, jago, cendrawasih, burung phoenix, dan sebagainya. Adapun motif Semarang yang menonjolkan ikon kota Semarang seperti Tugu Muda, Lawang Sewu, Burung Kuntul, Wisma Perdamaian, dan Gereja Blenduk.
Beberapa motif dari batik Semarang:

Sumber: http://www.batiksemarang16.net/
Batik Solo
Kota Solo memang merupakan salah satu tempat wisata belanja kain batik terkenal di Indonesia. Di sini banyak sekali terdapat sentra kain batik, yang tersohor antara lain kawasan Kampung Batik Laweyan dan kawasan Kampung Wisata Batik Kauman. Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya yang terkenal antara lain “Sidomukti” dan “Sidoluruh”. Batik Solo memiliki warna dominan cokelat soga kekuningan.
Beberapa motif dari batik Solo:

Motif Sidomukti – Agar selalu mukti, berkecukupan, motif ini biasanya digunakan saat upacara Panggih Pengantin
Batik Yogyakarta
Di Yogyakarta khususnya, warna batik tradisional adalah biru-hitam, serta soga cokelat dan putih dari pewarna alam. Biru-hitam diambil dari daun tanaman indigofera yang disebut juga nila atau tom yang difermentasi. Sementara warna soga atau cokelat diambil dari campuran kulit pohon tinggi warna merah, kulit pohon jambal warna merah cokelat, dan kayu tegeran warna kuning. Karakter motif batik Yogya adalah tegas, formal, sedikit kaku, dan patuh pada pakem. Konon, karakter ini berhubungan dengan keraton Yogya yang anti-kolonial.
Beberapa motif dari batik Yogyakarta:

Batik Pekalongan
Perjumpaan masyarakat Pekalongan, Jawa Tengah, dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu, dan Jepang pada masa lalu telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik di sini. Beberapa jenis motif batik pengaruh berbagai negara itu kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu adalah batik Jlamprang diilhami India dan Arab, batik Encim dan Klangenan dipengaruhi peranakan Cina, batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai yang tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang. Warna cerah dan motif beragam membuat batik Pekalongan maju pesat. Berbeda dengan batik Solo dan Yogyakarta, batik Pekalongan terlihat lebih dinamis lantaran permainan motif yang lebih bebas. Media kainnya pun bermacam-macam. Tidak hanya katun dan kaos, sutera juga menjadi andalan batik Pekalongan saat bersaing di luar negeri. Motif Jlamprang, Sekarjagat, atau motif khas lainnya, menjadi berkelas ketika dituangkan dalam bahan baku sutera.
Beberapa motif batik Pekalongan:

Motif Jlamprang


Referensi:
http://www.yousaytoo.com/tentang-keunikan-motif-batik-jambi/225226
http://www.jambiexplorer.com/content/thefabriques.htm
http://batikindonesia.info/2003/11/23/warna-warna-berani-batik-aceh/
http://seraimanis.com/products/1/0/Batik-Tabir-Sutra/
http://www.melvacraft.com/gallery11.html
http://www.lampungprov.go.id/?link=dtl&id=1343
http://putra-lampung.blogspot.com/2008/07/batik-lampung-bukan-sembagi.html
http://www.facebook.com/group.php?gid=55789753828
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/seni-budaya/10/03/29/108683-ada-lebih-dari-200-motif-batik-di-jawa-barat
http://www.batiktradisiku.com/
http://batikmahkota-crb.com/
http://embassyofindonesia.it/
http://www.batikindramayu.com/
http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/04/29/106238/
http://www.batiksemarang16.net/
http://solobatik.athost.net/
http://berita.liputan6.com/liputanpilihan/200910/246143/Batik.Khazanah.Budaya.Nusantara

Kamis, 19 Januari 2012

Pusat Batik Internasional Akan Berdiri di Pekalongan

Batik Muyas - TEMPO.CO, Surakarta - Sebuah pusat batik internasional akan dibuka di Pekalongan, Jawa Tengah, pada awal Februari 2012 ini. Menurut Robertus Antonius, konsultan PT. Grahamandiri Managemen (pengelola pusat batik internasional), pusat batik ini didirikan sebagai wadah berbagai batik dari seluruh Indonesia.

"Kami merancangnya seperti Taman Mini (Indonesia Indah). Orang tidak perlu berkeliling Indonesia untuk tahu ragam motif batik dari berbagai daerah," jelasnya di sela road show di Surakarta, Rabu, 18 Januari 2012.

Pusat batik didirikan di Pekalongan mengingat Pekalongan sebagai salah satu kota tertua basis pembuatan batik. Lahan seluas 4 hektare dibangun menjadi 700 ruang duta atau kios penjualan batik, museum batik, tempat peragaan busana batik, pelatihan membatik, dan ruang serbaguna untuk seminar-seminar seputar batik.

Robert mengatakan saat ini baru 1,5 hektare lahan yang selesai dibangun dengan 184 ruang duta. Seluruh ruang duta masih diprioritaskan untuk pembatik dan pengusaha batik asal Pekalongan.
"Saat ini baru pembangunan tahap kedua. Nantinya ada zonasi berdasarkan asal daerah, seperti Cirebon, Solo, dan Yogyakarta," katanya.

Dia mengundang pengusaha batik dari berbagai daerah untuk bergabung dengan nilai investasi antara Rp 180-230 juta untuk satu ruang duta. "Investasi dijamin menguntungkan karena nantinya jadi hak milik," lanjutnya.

Untuk memperkenalkan pusat batik, pihaknya mengadakan road show ke berbagai daerah seperti Cirebon dan Solo. Meskipun berencana mengumpulkan batik seluruh Indonesia dalam satu lokasi, dia mengatakan tidak ada kuota khusus bagi perwakilan daerah tertentu. Dengan demikian, tergantung inisiatif pengusaha batik untuk memamerkan produknya di pusat batik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia Solo, Eko Suprihono mendukung pendirian pusat batik di atas. Menurutnya, batik sudah menjadi ikon kerajinan dari Indonesia. Apalagi sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dari Indonesia oleh UNESCO.

"Saya kira sebuah ide yang bagus, mengumpulkan batik dari berbagai daerah di Indonesia," jelasnya. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui bahwa batik tidak hanya dari Solo, Yogyakarta, atau Pekalongan. "Apalagi bila ada museum dan pelatihan membatik bagi pengunjung," tambahnya.

UKKY PRIMARTANTYO

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/01/18/177378132/Pusat-Batik-Internasional-Akan-Berdiri-di-Pekalongan

Selasa, 17 Januari 2012

Batik Mega Mendung di London Fashion Week

Batik Muyas - VIVAnews, Batik Mega Mendung! Mungkin itu yang spontan terlintas saat menyaksikan corak menyerupai awan berarak-arak di langit, yang melekat pada penampilan sejumlah model di London Fashion Week kali ini.
Mega Mendung - London Fashion Week
Corak batik khas Cirebon itu mewujud melalui kreasi Julien Macdonald yang memainkan gradasi warna biru di atas lembar kain putih. Menguatkan karakter yang ia bangun lewat serangkaian koleksi spring summer 2012: halter dress, setelan tuxedo jackets, waistcoat dresses, dan topi ala militer.
Julien tidak menyebut corak tersebut sebagai Mega Mendung. Ia hanya mengatakan bahwa kreasinya terinspirasi dari desain tato cetak Asia, yang ia sebut sebagai tato naga. “Aku ingin mengajak orang-orang yang menikmati karya saya sedikit berkelana ke Asia,” katanya, seperti dikutip dari vogue.com.
Pikiran Julian tampaknya melayang ke China saat menyebut sentuhan Asia pada karyanya. Mungkin ada benarnya. Menilik sejarah batik Mega Mendung memang selalu mengarah pada kedatangan bangsa China ke wilayah Cirebon di masa lalu. Menurut filosofi China, awan melambangkan dunia atas yang merupakan gambaran dunia luas, bebas, dan transidental.
Tak hanya memikat Julien. Corak Mega Mendung juga pernah dijadikan cover sebuah buku batik terbitan luar negeri berjudul ‘Batik Design‘, karya seorang berkebangsaan Belanda bernama Pepin van Roojen. (adi)

Kamis, 15 April 2010

Batik Kontemporer Bergaya Abstrak

Batik Muyas - Okezone, Kita mengenal batik Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Garut. Bagaimana dengan batik Bandung? Dibanding para sepupunya yang bergaya klasik, batik Bandung justru tampil kontemporer dengan gaya abstrak yang dicipta lewat puisi.

Batik Kontemporer
Batik Kontemporer
Pencipta Batik Bandung tersebut adalah Tetet Cahyati Popo Iskandar, putri dari mendiang seniman dan maestro lukis kenamaan RH Popo Iskandar. Darah seni sang ayah rupanya mengalir kental di nadi Tetet Cahyati. Tidak hanya berkutat di seni lukis, justru pencetus batik abstrak kontemporer ini merupakan seniman multimedia yang secara bertahap mencipta batik dari larik puisi yang kemudian diterjemahkan ke dalam lukisan, lalu dicetak menjadi motif batik di atas sutra. Jenis batik baru yang kemudian dikenal sebagai batik Bandung khas kota kembang.

Aom Kusman, presenter yang dulu terkenal dengan kuis ”Siapa Dia”, juga mengapresiasi batik Bandung besutan Tetet Popo Iskandar. ”Ini adalah langkah yang bagus dengan inovasi dari Ibu Tetet, batik akan menjadi lebih disukai anak muda. Mereka yang tidak menyukai batik klasik bisa memilih batik abstrak kontemporer ini,” komentarnya, yang mengharapkan batik Bandung bisa berkembang layaknya batik Garut dan Cirebon.

Tidak jauh berbeda, istri Wali Kota Bandung, Nani Dada Rosada, pun punya pendapat serupa. ”Saya berharap dengan lebih banyak acara seperti ini, batik Bandung bisa lebih banyak dikenal masyarakat, terutama dengan adanya sentra batik Bandung di Cigadung walaupun kini masih dalam proses pembangunan,” sebutnya. ”Dengan begitu, saya harap Bandung tidak hanya akan terkenal sebagai kota wisata belanja atau wisata kuliner, tapi juga kota batik,” sambungnya.

Batik kreasi Tetet memang berbeda dengan batik yang biasa ditemui. Tidak ada motif bunga, burung, atau ragam hias klasik seperti parang dan kawung yang sarat makna, melainkan berupa gambar abstrak dengan sapuan garis geometris berwarna cerah. Batik abstrak kontemporer karya Tetet tampil ekspresif, bebas, bahkan polos, yang menjadi bentuk murni ungkapan jiwanya.

”Inspirasinya dari puisi saya sendiri yang kemudian menjadi lukisan dan saya tuangkan ke dalam lukisan batik di atas sutra,” kata wanita yang memiliki gelar doktor di bidang ekonomi ini.

Melihat koleksi batik yang dihadirkan wanita yang akrab disapa Ceu Tetet ini, rasanya seperti melihat goresan polos anak-anak, jujur dan ceria. Namun, satu hal yang terlihat jelas, kekuatan batik abstrak kontemporer milik Tetet Popo Iskandar ini terletak pada warna dan coraknya yang menampilkan ciri khasnya. Karena itu ketika melihatnya, karya itu akan langsung dapat dikenali. Maka dari itu, tidak salah jika Tetet menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Seniwati Multimedia terhadap Satu Tema.

Batik abstrak kontemporer besutan Tetet memang unik. Bagaimana tidak, kendati baru menggeluti seni batik abstrak kontemporer ini sejak 2007 lalu, batik kreasi Tetet belum ada yang menyamai.
Batik abstrak di atas kain sutra halus itu merupakan gebrakan seni lukis dan batik di Indonesia. Bahkan, ia sudah menggelar tiga kali fashion show batik karyanya yakni di Jakarta, Hong Kong, dan terakhir di Bandung. Bisa dikatakan, batik karya Tetet adalah jenis seni batik baru yang membuktikan bahwa batik pun bisa mengikuti perubahan zaman.

Mungkin terlihat tidak relevan, menyatukan puisi, lukisan, dan batik sekaligus. Namun, bagi Tetet, ketiganya tidak bisa dipisahkan.
Batik abstrak Tetet tercipta melalui beberapa dimensi media dan serangkaian aktivitas yang bertautan. Inspirasi awalnya tercurah lewat puisi, kemudian tertuang dalam kolaborasi warna lukisan dan terakhir dibuat dalam sebuah batik abstrak. Seperti puisi ”Cahaya Jiwa” yang kemudian dituangkan ke dalam lukisan dengan judul sama, selanjutnya lukisan itu menjadi motif ”cetak” bagi batik abstrak di atas kain sutra halus.

Saat ditanya mengenai ciri khas batik abstrak kontemporer buatannya, Tetet mengatakan bahwa koleksinya kebanyakan berwarna cerah dengan motif geometris yang merupakan replika lukisannya. ”Untuk motifnya memang lepas dari pakem batik tradisional dan lebih abstrak, tapi teknik membatiknya tetap sama,” sebutnya.

Batik karya Tetet memang lepas dari pakem batik klasik. Namun, saat dituangkan menjadi bentuk busana, koleksinya justru tampil sederhana, nyaris tanpa embellishment. Di hadapan Wali Kota Bandung Dada Rosada beserta istri dan segenap jajaran pegawai Pemerintah Kota Bandung, Tetet menghadirkan koleksi busana bergaris simpel. Tunik panjang berpadu legging, gaun sebatas lutut, ataupun terusan yang dihiasi detail obi. Kendatipun terbilang simpel, koleksi Tetet cukup menarik perhatian karena motif dan warna batiknya yang begitu menonjol.

”Cutting-nya memang sengaja dibuat sederhana karena saya ingin menonjolkan motif batiknya,” cetus Tetet, yang mengatakan dalam waktu dekat, dirinya bersama-sama dengan Kementerian Pariwisata berencana untuk berangkat ke Yunani dan Republik Ceko guna memamerkan koleksi kain batik abstrak kontemporer miliknya. ”Saya saat ini tengah menyiapkan sekitar 50 koleksi untuk dibawa ke Yunani dan Ceko pada bulan Juni,” ucapnya.

Bukan hanya menyiapkan koleksi batik baru untuk diperkenalkan di panggung internasional, Tetet juga mengembangkan lini batiknya dengan menghadirkan lini koleksi tas dan sepatu bermaterialkan batik abstrak kontemporer. ”Kalau untuk sepatu dan tas, desainnya dibuat oleh putri saya, Ilma Puspanusa,” katanya.
(tty)

Kamis, 19 Januari 2012

Pemprov Jateng Kembangkan Desain Batik

SEMARANG, (Batik Muyas) Pemprov Jateng pada tahun ini akan fokus pada pengembangan desain batik lokal guna meningkatkan daya saing dan mendongkrak ekpor komoditas tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Ihwan Sudrajat mengatakan saat ini banyak bermunculan batik dari Madura, Cirebon dan sejumlah daerah lain dengan ciri khas tertentu.

Untuk itu, lanjutnya guna meningkatkan daya saing batik Jateng, masing-masing kabupaten /kota harus melakukan inovasi yang berkesinambungan dalam mengambangkan desain batik, khususnya dari sisi motif dan pewarnaan.

Menurut dia dibutuhkan apresiasi dari masing-masing daerah dengan ciri khasnya sendiri, sebagian besar corak batik berasal dari kultur lokal berupa tumbuh-tumbuhan yang terdapat di daerah tersebut.

�Pengembangan desain akan menjadi orientasi utama di 2012 ini dalam upaya mendongkrak daya saing produk, menyusul bermunculannya batik-batik dari sejumlah daerah,� katanya, Kamis 12 Januari.

Setelah pengembangan desain, fokus pemerintah selanjutnya dalam mengambangkan batik ini yaitu program-program yang bertujuan meningkatkan nilai tambah. Ikhwan menuturkan progres-progres tersebut akan dilakukan secara bertahap, yang pada akhirnya akan lebih fokus pada peningkatan produksi.

Saat ini, di Jateng yang terkenal ada batik Solo, Pekalongan dan Lasem yang telah memiliki pasar di kancah internasional. Selain itu, terdapat juga batik Semarangan, dan Banjar yang kini terus dikembangkan untuk orientasi ekspor.

Potensi batik Jateng masih bisa dioptimalkan mengingat kontribusinya terhadap ekspor batik nasional masih sekitar 15%. �Kalau cacatan dari pusat, ekspor batik pada 2010 mencapai US$59 juta, sementara Jateng hanya sekitar US$17 juta. Potensi ini masih bisa dioptimalkan mengingat masing-masing daerah di provinsi ini memiliki motif batik,� tuturnya. (red)

Sumber : http://www.tubasmedia.com/berita/pemprov-jateng-kembangkan-desain-batik/

Pemprov Jateng Kembangkan Desain Batik

Batik Muyas - SEMARANG, (TubasMedia.Com) – Pemprov Jateng pada tahun ini akan fokus pada pengembangan desain batik lokal guna meningkatkan daya saing dan mendongkrak ekpor komoditas tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Ihwan Sudrajat mengatakan saat ini banyak bermunculan batik dari Madura, Cirebon dan sejumlah daerah lain dengan ciri khas tertentu.

Untuk itu, lanjutnya guna meningkatkan daya saing batik Jateng, masing-masing kabupaten /kota harus melakukan inovasi yang berkesinambungan dalam mengambangkan desain batik, khususnya dari sisi motif dan pewarnaan.

Menurut dia dibutuhkan apresiasi dari masing-masing daerah dengan ciri khasnya sendiri, sebagian besar corak batik berasal dari kultur lokal berupa tumbuh-tumbuhan yang terdapat di daerah tersebut.

“Pengembangan desain akan menjadi orientasi utama di 2012 ini dalam upaya mendongkrak daya saing produk, menyusul bermunculannya batik-batik dari sejumlah daerah,” katanya, Kamis 12 Januari.

Setelah pengembangan desain, fokus pemerintah selanjutnya dalam mengembangkan batik ini yaitu program-program yang bertujuan meningkatkan nilai tambah. Ikhwan menuturkan progres-progres tersebut akan dilakukan secara bertahap, yang pada akhirnya akan lebih fokus pada peningkatan produksi.

Saat ini, di Jateng yang terkenal ada batik Solo, batik Pekalongan dan batik Lasem yang telah memiliki pasar di kancah internasional. Selain itu, terdapat juga batik Semarangan, dan Banjar yang kini terus dikembangkan untuk orientasi ekspor.

Potensi batik Jateng masih bisa dioptimalkan mengingat kontribusinya terhadap ekspor batik nasional masih sekitar 15%. “Kalau cacatan dari pusat, ekspor batik pada 2010 mencapai US$59 juta, sementara Jateng hanya sekitar US$17 juta. Potensi ini masih bisa dioptimalkan mengingat masing-masing daerah di provinsi ini memiliki motif batik,” tuturnya. (red)

Kamis, 06 Oktober 2011

Yang Muda Mulai Melirik, Batik Sarimbit Banyak Dicari

TIDAK ada yang mengelak, jika saat ini, hampir semua orang mengenakan batik. Tua, muda, hingga anak-anak, banyak ditemui yang mengenakan pakaian batik. Banyak yang belanja kain dan pakaian batik.
Masyarakat berbondong-bondong membeli batik tak hanya untuk dikenakan di kantor, atau acara-acara formal, tapi ada yang dipakai untuk sekadar santai di rumah.  Petang, tak menyurutkan semangat untuk melihat-lihat baju-baju batik yang terpajang di sebuah toko batik di kawasan Malioboro, Batik Surya. Ada bermacam-macam motif yang ditawarkan, dengan beraneka warna dan model yang menarik.

Ya, saat ini batik tak hanya didominasi oleh warna cokelat dan hitam. Namun juga menampilkan warna cerah yang berani, seperti merah, ungu, hijau, bahkan kuning keemasan. Dilihat dari modelnya, sangat beragam, mulai dari kemeja, dress cantik, hingga batik sarimbit (pasangan).

"Kalau bicara perkembangan batik, saat ini berkembangnya sangat pesat. Apalagi saat ada kabar bahwa batik diklaim oleh negara tetangga, warga Indonesia seolah baru menyadari bahwa batik merupakan warisan adi luhung bangsa in," kata Suryadi Suryadinata, pengusaha penjual batik di kawasan Malioboro.

Terlebih lagi setelah diakui sebagai warisan budaya dunia, menurut pengamatan Suryadi Suryadinata, semua orang tak segan mengenakan batik. "Bahkan saat ini anak muda banyak yang berbatik, meski juga dipadukan dengan jeans. Toh kesan casual juga lebih terlihat," tandasnya saat ditemui, kemarin (5/10).

Dirasakan oleh Suryadi, penjualan batik tak lagi didominasi oleh orang tua. Tetapi sekarang, banyak anak muda yang mencari batik. Dengan begitu, industri batik semakin menggeliat. Dibarengi dengan trend warna batik memunculkan warna yang cerah, semakin menambah minat anak muda mengenakan batik. "Model baju batik juga lebih modern dengan mengikuti trend fashion pada umumnya," ujarnya.

Tentang jenis batik yang banyak dicari, menurut Suryadi Suryadinata, adalah batik sarimbit (pasangan). Tak hanya untuk pasangan suami istri, tetapi masyarakat juga menginginkan adanya keseragaman mulai dari ayah, ibu, dan anaknya. Dengan demikian, maka harus ada motif dan warna yang bisa masuk untuk semua usia. Dan disinilah peran kreativitas diperlukan.

"Tidak gampang membujuk anak muda mengenakan batik, apalagi dulu warnanya hanya cokelat dan hitam saja. Tetapi sekarang, corak, model dan warnanya lebih beragam, karena adanya inovasi baik dari pembatik maupun pengguna batik itu sendiri," bebernya.

Momen ini lah yang harus ditangkap dan dipertahankan. "Saya rasa, moment inilah yang mesti dipertahankan, jangan sampai minat mengenakan batik luntur, "tutur Suryadi yang juga menjabat sebagai Ketua Pengusaha Malioboro Jogjakarta ini.
Suryadi beranggapan bahwa naiknya minat masyarakat terhadap batik, juga mesti dibarengi dengan inovasi dan kreasi. Tak hanya pada modelnya, tapi juga corak atau motif, namun tetap tidak meninggalkan pakem yang sudah ada. Karena, jika tak begitu, dikhawatirkan batik ditinggalkan begitu saja.

"Saat ini hingga kedepan, saya optimistis bahwa prospek batik di Jogja sangat bagus, apalagi saat ini masyarakat nusantara dan mancanegara sudah mengenal Jogja sebagai kota batik. Jadi saat berada di Jogja, belum mantab rasanya jika belum membeli batik. Terpenting adalah kreasi dan inovasi agar batik tetap eksis kedepannya," papar lelaki berkacamata ini.
Suryadi, mulai menekuni bisnis penjualan kain dan baju batik sejak lima tahun yang lalu. Awalnya, Suryadi menjual produk fashion umum. Namun, kemudian mulai melirik usaha batik karena dirinya memang menyukai batik. Dalam keseharian, dirinya tak segan mengenakan batik, meski hanya untuk bersantai di rumah.

Bagi Suryadi Suryadinata, batik memiliki keunikan, apalagi jika mengingat proses pembuatan batik yang cukup lama. Butuh ketelatenan untuk menghasilkan selembar kain batik, dan itulah yang menggugahnya untuk ikut serta memasarkan batik melalui usahanya.

"Saya memang suka pakai batik, seperti sekarang ini misalnya. Dari situ, saya berpikir kenapa tidak menjual produk batik saja," ungkapnya.
Akhirnya dia mengubah konsep lebih spesifik, dan fokus pada penjualan batik saja. "Untuk kain batiknya, saya tak hanya ambil dari Jogja, tapi juga batik Cirebon, Pekalongan, dan lainnya," paparnya. Sedangkan untuk model baju, ada tim kreatif sendiri yang bertugas menampilkan model baju yang berkesan modern meski menggunakan kain batik.(*)

Sumber : http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/22477-yang-muda-mulai-melirik-batik-sarimbit-banyak-dicari.html

Rabu, 01 Juli 2009

Kota Sentra Batik di Idonesia

Cirebon
Madura
Pekalongan
Solo
Yogyakarta

Selasa, 25 Januari 2011

Motif Nithik


Motif Nitik merupakan motif yang banyak dipengaruhi oleh budaya India di pesisir Jawa. Kain batik ini banyak diperdagangkan oleh para pedagang Cina dan India sendiri mulai abad ke-19 di kota-kota pantai Jawa dan Sumatra, khususnya Cirebon dan Lasem.

Open Panel

Informasi Produk

  • Bahan Batik Seragam
  • Model Seragam Batik Pria
  • Model Seragam Batik Wanita
  • Seragam Batik Eksklusif
  • Batik Klasik Yogyakarta
  • Batik Indonesia